Sebuah tanda
Perpisahan kala itu, Bukan hanya karena pertemuan kita dalam waktu yang salah, namun karena segala rasa yang tak lagi searah. Kau terluka karena keputusanku,dan Aku berlinang air mata karena ulahmu. Seingatku, saat itu langit sedang dihiasi purnama. Kufikir, kita akan kembali berbahagia. Namun ternyata aku terlalu percaya pada praduga. Kau malah semakin dalam menikam, sementara aku masih diam. Kau terus beralasan untuk menutupi kesalahan, sementara hatiku sudah menjerit kesakitan. Pada akhirnya, perpisahan adalah satu satunya cara untuk mengobati lukamu, semoga saja kau dapat menemukan seseorang yang kau inginkan sesuai nafsumu itu. Karena eksistensiku, selalu kau anggap sekat orang orang yang akan mendekat. Aku terlalu sayang padamu, sampai sampai aku rela melepasmu karena aku bukan seseorang yang masuk kedalam kategorimu, aku hanya ingin kau bahagia dengan dia yang kau anggap selalu ada. Dan perihal mataku yang lebam karena tangisan, biarlah tak usah kau fikirkan. Hiraukan s...