Hayalan

Saat itu mentari sedang bersandar pada bahu mega, mataku sayu binar senja. Dari kejauhan, kutatap sepasang remaja yang sedang menikmati nuansa. Mereka saling berpelukan, sesekali saling menertawakan aku yang dibantai kesendirian.

Andai saja, saat itu kau berada disampingku. Mungkin kita akan menjadi best couple yang menghabiskan sore berdua, menatap senja hingga menua.

Andai saja, jarak ini tidak membentengi kita. Mungkin kita akan selalu menghabiskan waktu berdua, menjalin kisah romantika yang kelak akan menjadi cerita indah pada anak anak kita.

Ah, sayangnya itu hanya hayalan. Kau yang jauh disana tidak bisa kupeluk secara nyata, tidak bisa kubelai manja.

Sayang, apa kabar kamu disana ? Apakah kamu baik baik saja ?
Sayang, aku merindukanmu ? Apakah kamu juga ?
Sayang, cepatlah kemari. Aku menunggu disini.
Bahkan kicauan burungpun memanggilmu untuk cepat datang ke pelukanku.

Sayang, apakah kau rela melihat kekasihmu dicaci keheningan, dan setiap malam harus berkencan dengan hayalan.
Ketauhilah, aku sungguh menginginkanmu berada disini, menemani sepi.

Komentar