Merajut Luka
Untuk beberapa jam saja, aku ingin kembali mencari kenang yang terbuang. Layaknya sang petani yang mencari beberapa jarum ditumpukan jerami. You said i stupid. Tak apa, kau bebas menertawaiku sebagai orang bodoh, sebagai orang yang tak dewasa, sebagai orang yang terlalu merasa terhina. Toh hidupku tidak berada dalam aturanmu, kau tidak seharusnya mengaturku semaumu.
Apakah kau belum juga puas ? Setelah kau buat aku lemah, setelah kau buat aku menderita, setelah kau buat aku menjadi gila. Jika belum, silahkan lanjutkan. Aku rela jika harus kau jadikan boneka yang kau gunakan untuk menghiburmu kapan saja. Dan setelah itu, kau buang. Tak apa, aku rela. Setidaknya aku pernah menjadi alasanmu untuk tertawa,dan memberimu sedikit bahagia.
Namun ketauhilah, bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi berharga. Setelah ada seseorang yang memungutku dan menjadikanku segalanya. Menempatkanku pada posisi paling indah di hatinya.
Saat itu pula, segala hal perihalmu perlahan akan tersapu.
Dan untuk segala kenang yang berhasil kembali kutemukan, biarlah dari situ aku belajar. Bahwa dulu, aku pernah membahagiakan seseorang dengan tulus,meski kau balas dengan kata putus.
Komentar
Posting Komentar