Kesungguhan
Kini aku tahu, Perihal maaf yang pernah kau ucap, Perihal rasa sayang yang kau buang. Mengapa kau tidak bilang dari dulu, bahwa aku ini hanya kau butuhkan saat kau perlu. Jadi aku tidak perlu repot repot untuk terus berjuang, tidak perlu repot repot bertahan tanpa alasan. Kufikir kau ini sungguh, ternyata kau tidak menerimaku dengan seluruh. Setelah kau menemukan orang yang baru, dengan seenaknya kau pergi tanpa permisi. Namun ingatlah satu hal ini, bahwa sampai saat ini aku tidak bisa membencimu, meskipun kau sudah memporak porandakan duniaku,dan menanam benih luka dihatiku. Tetap saja, aku tidak bisa membencimu. Bahkan jika dia yang sekarang bersamamu nanti menyakitimu, aku rela menjadi tempatmu bersaksi derita, menjadi wadah untuk genangan air mata, dan juga menjadi penghibur atas segala duka lara. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa disini. Aku menunggumu kembali.