Postingan

Kesungguhan

Kini aku tahu, Perihal maaf yang pernah kau ucap, Perihal rasa sayang yang kau buang. Mengapa kau tidak bilang dari dulu, bahwa aku ini hanya kau butuhkan saat kau perlu. Jadi aku tidak perlu repot repot untuk terus berjuang, tidak perlu repot repot bertahan tanpa alasan. Kufikir kau ini sungguh, ternyata kau tidak menerimaku dengan seluruh. Setelah kau menemukan orang yang baru, dengan seenaknya kau pergi tanpa permisi. Namun ingatlah satu hal ini, bahwa sampai saat ini aku tidak bisa membencimu, meskipun kau sudah memporak porandakan duniaku,dan menanam benih luka dihatiku. Tetap saja, aku tidak bisa membencimu. Bahkan jika dia yang sekarang bersamamu nanti menyakitimu, aku rela menjadi tempatmu bersaksi derita, menjadi wadah untuk genangan air mata, dan juga menjadi penghibur atas segala duka lara. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa disini. Aku menunggumu kembali.

Aku ingin

Aku ingin seperti mereka, yang tumbuh sesuai aturan tanpa aturan tambahan dengan kekangan. Aku ingin seperti mereka, yang selalu tertawa dan bahagia secara realita tanpa berpura pura. Aku ingin seperti mereka, yang berjalan lurus tanpa dipaksa berbelok. Aku ingin seperti mereka, yang bebas berkarya tanpa dibatasi dan dipaksa berhenti. Namun apa daya diriku yang belum bisa, apa daya duniaku yang terlanjur mengenalnya. Seandainya aku bisa mengulang waktu, meski hanya untuk satu kali saja. Aku ingin kembali pada masa dimana aku mengenalnya, dan saat itu pula aku tidak ingin kenal dengannya. Pada akhirnya, aku bersembunyi karena ketakutan, aku diam karena dipaksa bungkam. Tuhan, apakah dengan cara seperti ini Engkau mengujiku ? Tuhan, aku lelah.

Kau bukan manusia hebat

Aku tau kau kuat, aku tau kau hebat. Hanya saja, kau ini manusia, kau rentan terhadap luka, kau mempan dibius kecewa, sesekali kau pun bisa menangis. Apakah kau akan terus membohongi dunia, dengan caramu yang berpura pura bahagia. Please, come here. Ceritakan segala keluh kesahmu, ceritakan segala lukamu. Mungkin saja kau menganggapku bukan siapa siapa lagi, namun aku masih bersedia menjadi tempatmu berbagi.

Beri aku waktu

Beri aku waktu, untuk melupakan segala kisah yang pernah kita jalin bersama. Beri aku waktu, untuk membuang segala kenang yang pernah menjadi tanda sayang. Beri aku waktu, untuk memulai kisah baru, menumbuhkan rasa untuk kisah yang tak akan sama, untuk setiap cara yang kubuat berbeda. Jujur saja, aku belum bisa untuk semua hal itu. Kau terlalu indah dan istimewa untuk aku lupa. Namun keangkuhan dan postinganmu tentangnya membuat raguku berlalu. Kau begitu mudah mencari yang baru, sampai sampai aku tak tahu, bahwa kemarin aku hanyalah pelarianmu.

Sebuah Rahasia

Dari kejauhan, aku melihatmu melalui rasi rasi bintang pada malam ini. Kau tahu, bahwa perlahan rasaku tumbuh setelah pesan pesan singkat kita itu. Ingin kukatakan, bahwa ada warna warna indah yang datang dijwaku, namun lidahku malu untuk mengakuinya. Dan untuk kesekian kalinya, detakan rindu selalu menyanyikan lagu merdu setelah kutatap matamu yang teduh itu. Karena kini kamu menjadi rahasia yang tersembunyi disela sela doaku, dimana cinta dan kemurnian mengalir didalamnya.

Merajut Luka

Untuk beberapa jam saja, aku ingin kembali mencari kenang yang terbuang. Layaknya sang petani yang mencari beberapa jarum ditumpukan jerami. You said i stupid. Tak apa, kau bebas menertawaiku sebagai orang bodoh, sebagai orang yang tak dewasa, sebagai orang yang terlalu merasa terhina. Toh hidupku tidak berada dalam aturanmu, kau tidak seharusnya mengaturku semaumu. Apakah kau belum juga puas ? Setelah kau buat aku lemah, setelah kau buat aku menderita, setelah kau buat aku menjadi gila. Jika belum, silahkan lanjutkan. Aku rela jika harus kau jadikan boneka yang kau gunakan untuk menghiburmu kapan saja. Dan setelah itu, kau buang. Tak apa, aku rela. Setidaknya aku pernah menjadi alasanmu untuk tertawa,dan memberimu sedikit bahagia. Namun ketauhilah, bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi berharga. Setelah ada seseorang yang memungutku dan menjadikanku segalanya. Menempatkanku pada posisi paling indah di hatinya. Saat itu pula, segala hal perihalmu perlahan akan tersapu. Dan untuk...

PERGI

Maaf ya, Aku pergi lebih dulu Aku hanya kasihan pada hatiku yang perlahan kau iris dengan sembilu. Nikmatilah hidupmu yang kini tanpaku, bukannya itu maumu. Tak usah kau fikirkan bagaimana aku tanpamu.